Cetak

Informasi Pasien – Intisari seputar dialisis.

 

Ginjal – Merupakan organ yang hampir tak tergantikan. 

Ginjal manusia berukuran kecil, namun memiliki keajaiban biologis dengan desain menarik yang memenuhi fungsi vital. Kegagalan atau ketidakmampuan organ kembar ini (karena terdiri dari 2 buah ginjal) untuk menjalankan fungsinya dalam waktu yang signifikan akan dapat mengancam jiwa. Pengobatan pasien ginjal baru mencapai kesuksesannya ketika hemodialisis mulai berkembang di tahun 1960-an. Sekarang ini, dengan bantuan kesempurnaan teknologi, dialisis (cuci darah) menjamin kualitas dan harapan hidup lebih lama bagi pasien ginjal. Pada halaman selanjutnya, kami akan menjelaskan istilah dan informasi yang paling penting mengenai ginjal, penyakit, dan dialisis (cuci darah), serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling penting secara jelas dan ringkas. Di sini Anda akan menemukan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan termasuk: apa fungsi ginjal, apa yang menyebabkan gagal ginjal kronis dan alternatif pengobatan apa yang tersedia? Selain itu, kami akan memberikan penjelasan tentang fungsi dialisis.



kidney-engl

 

Apa yang dilakukan oleh ginjal sehat?

Ginjal adalah bagian penting dari proses metabolisme tubuh. Ginjal memproses dan mengumpulkan urin serta membuangnya melalui saluran kemih. Kelebihan air dan racun dari proses metabolisme, bersama dengan urin, dikeluarkan dari tubuh melalui filter terlebih dahulu. Selain itu, keseimbangan asam-basa dalam tubuh diatur untuk mencegah kelebihan keasaman dalam darah. Ginjal juga memiliki fungsi penting dalam mengatur tekanan darah dengan memproduksi hormon (hormon yang terkait dengan tekanan darah) . Hormon dari ginjal, seperti Erythropoietin, mengontrol produksi sel darah merah di sumsum tulang. Ginjal juga mempengaruhi jumlah kalsium dalam darah dan produksi Vitamin D. Vitamin ini diperlukan dalam mineralisasi yang membantu menjaga stabilitas tulang. Berbagai macam fungsi ginjal tampak jelas. Ginjal berpasangan dan pada orang dewasa, panjang setiap ginjal sekitar 11 cm (4.33 inci) dan berat sekitar 160 gram (5,6 ons).

function kidney

Apa yang menyebabkan penyakit ginjal?

Penyakit ginjal dapat memiliki penyebab yang berbeda. Berbagai bentuk infeksi serta inflamasi (keradangan) pada jaringan ginjal (glomerulonefritis) sering menimbulkan kerusakan permanen. Bahkan tekanan darah tinggi (hipertensi), sebuah penyakit yang biasa terjadi, dapat merusak ginjal secara mendalam. Penyakit diabetes seringkali menjadi penyebab penyakit ginjal dan asupan yang berlebihan dari obat tertentu juga dapat mengurangi fungsi ginjal jangka panjang. Berbagai penyebab lain, kadang-kadang bawaan, dapat menyebabkan penyakit ginjal polikistik. Sebagian besar penyakit ginjal berkembang perlahan dan tidak disadari selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, beberapa penderita penyakit ginjal kronis tidak mengunjungi dokter spesialis ginjal (nephrologist) sampai tahap akhir penyakit. Meskipun jarang, beberapa kasus dapat berkembang dengan cepat dalam hitungan hari atau minggu yang mengakibatkan gagal ginjal akut.

cross section of a kidney

Apa dampak penyakit ginjal?

Bila ginjal sudah tidak dapat lagi memenuhi tugasnya secara memadai, efisiensi fungsional dari seluruh organ tubuh akan terpengaruh. Jika hanya "filter" ginjal yang rusak, terlalu banyak protein yang akan dilepaskan ke dalam urin. Selanjutnya, hal tersebut dapat menyebabkan edema (kumpulan air) di kaki yang disebut bengkak kaki atau di paru-paru yang disebut banjir air di paru.



Namun dalam banyak kasus, terlalu sedikit racun yang dikeluarkan. Setelah terkumpul, racun ini dapat merusak organ-organ lain. Gangguan pada saluran pencernaan dapat menjadi ekstrim seperti pendarahan tukak lambung. Keracunan dapat menyebabkan gangguan irama jantung atau keradangan pada perikardium (lapisan jantung). Bahkan perubahan abnormal pada sistem saraf dapat diamati. Kebanyakan pasien menunjukkan peningkatan tekanan darah yang signifikan karena gangguan regulasi hormonal. Pengobatan medis mutlak diperlukan untuk menurunkan tekanan darah.



Pada tahap lanjut dari penyakit ini, pengeroposan tulang dimulai dan gangguan produksi sel darah merah menyebabkan anemia (kurang darah). Karena pengeluaran urin yang sedikit sebagai konsekuensi fungsi ginjal yang gagal, tubuh mengalami terlalu banyak air.

Apa tujuan mengobati gagal ginjal?

Jika kinerja ginjal, yang dikenal sebagai "clearance", berkurang lebih dari 10 sampai 15%, komplikasi dengan konsekuensi yang berbahaya dapat terjadi. Dokter menyebut tahap ini blood poisoning uremia (ureum meracuni darah). Jika tidak diobati dalam waktu yang lama, hal ini dapat menyebabkan kematian. Dalam mengobati gagal ginjal tahap lanjut, pengelolaan oleh dokter dimaksudkan untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa dari uremia sedangkan tujuan jangka panjang adalah pemulihan penuh atau hampir tuntas dari kesehatan pasien, yang memungkinkan kehidupan sosial dan pekerjaan sehari-hari pasien dapat berjalan normal. Ginjal yang rusak parah hanya dapat diobati dengan mengganti fungsi vital organ dengan perawatan yang tepat yaitu terapi penggantian ginjal (cangkok ginjal).

Peluang apa yang ada untuk terapi penggantian ginjal (cangkok ginjal) ?

Bentuk terbaik dan paling komprehensif dalam penggantian ginjal adalah implantasi yang sukses dari ginjal pendonor yang sehat. Namun, di seluruh dunia, organ pendonor yang tersedia tidak mencukupi. Kadang-kadang, alasan pribadi maupun alasan kesehatan juga membuat transplantasi ginjal tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, gagal ginjal kronis memerlukan - setidaknya untuk sementara - pengobatan menggunakan "ginjal buatan". Perawatan ini dikenal sebagai "dialisis" (cuci darah).


Berbagai jenis perawatan dialisis telah terbukti efektif. Jika "ginjal buatan" digunakan, filter sebagai sarana membersihkan darah dalam proses yang disebut hemodialisis. Namun, peritoneum, atau lapisan perut, juga dapat berperan sebagai filter alami. Hal ini digunakan dalam dialisis peritoneal. Hal terpenting dari terapi penggantian ginjal akan dijelaskan secara lebih rinci dalam waktu dekat.

Hemodialisis

Selama hemodialisis, darah pasien dialirkan melalui filter di luar tubuh pasien dan kemudian dialirkan kembali ke tubuh pasien tersebut. Pori-pori kecil di membran penyaring akan menyaring racun, sementara komponen vital seperti protein dibiarkan tetap di dalam darah. Kelebihan air juga dapat dikeluarkan melalui pori-pori kecil. Proses ini dikendalikan oleh mesin dialisis yang dilengkapi dengan pompa darah dan sistem monitoring yang menjamin keselamatan. Mesin tersebut juga dilengkapi sistem sarana pengelolaan obat, misalnya Heparin, untuk mencegah pembekuan darah selama perawatan.

hemodialysis
dialyzer

Pada hemodialisis, darah diambil dari vena, sebaiknya yang di lengan bawah pasien. Untuk memastikan bahwa darah cukup tersedia untuk perawatan, operasi kecil dilakukan untuk mempersiapkan akses pada pembuluh vena lengan bawah. Sebuah bypass dipasang di antara vena dan arteri untuk memungkinkan tekanan yang lebih tinggi dan aliran darah yang lebih cepat. Bypass ini dikenal sebagai "shunt". Jika tidak ada pembuluh darah yang tepat yang dapat digunakan untuk prosedur shunt, kateter dapat ditempatkan di salah satu pembuluh darah yang lebih besar.


the shunt

Ada berbagai metode yang tersedia untuk terapi ini. Pengobatan dialisis itu sendiri dapat dilakukan di klinik khusus atau di rumah.


Dialisis di klinik biasanya dilakukan tiga kali seminggu saat rawat jalan dan berlangsung empat sampai lima jam. Pasien mengunjungi klinik. Dokter yang berpengalaman dan personil perawatan yang terlatih akan merawat pasien selama proses pengobatan. Ketika sedang tidak melakukan perawatan dialisis, pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal.



Jika kondisi pasien memungkinkan, mereka dapat melakukan sendiri hemodialisis di rumah. Pasien, dan biasanya pasangan, belajar pengobatan mandiri di sebuah pusat pelatihan. Bentuk pengobatan ini menawarkan kebebasan yang bermanfaat bagi kehidupan profesional dan sosial pasien.

Dialisis Peritoneal

Peritoneum membatasi dinding perut dan menutupi organ internal (dalam). Peritoneum ini memiliki atribut yang mirip dengan filter buatan yang digunakan dalam hemodialisis: pori-porinya dapat sebagai sarana melepaskan bagian zat tertentu sementara tetap mempertahankan zat yang lain. Dialisis peritoneal menggunakan organ penyaringan alami ini.



Sebuah cairan pembersih (cairan dialisis) dialirkan melalui kateter yang ditempatkan di dinding perut yang berakhir di panggul tepatnya di posisi belakang kandung kemih. Racun metabolik dibawa ke dinding perut pada pembuluh darah kapiler dan melewati pori-pori ke dalam cairan pembersih. Dextrose dalam larutan dialisis juga menarik air dari tubuh dengan bantuan mekanisme osmotik. Cairan pembersih yang telah digunakan akan dikeluarkan dari tubuh melalui kateter, bersama dengan racun dan kelebihan air. Seperti hemodialisis, peritoneal dialisis dapat dilakukan di rumah atau di klinik. 


peritoneal dialysis

Transplantasi Ginjal (Cangkok Ginjal)

Banyak pasien gagal ginjal stadium akhir berharap untuk mendapatkan ginjal "baru" melalui transplantasi. Namun, tidak ada organ pendonor yang mencukupi, yang biasanya diambil dari pendonor yang telah meninggal (disebut donor cadaver). Pasien yang secara medis cocok untuk transplantasi pertama kali ditempatkan pada daftar tunggu. Waktu tunggu serta jenis jaringan yang sama antara pendonor dan penerima dipertimbangkan ketika mengalokasikan organ pendonor. Hal ini mengurangi resiko bahwa ginjal yang ditransplantasi (dicangkokkan) akan cepat ditolak oleh tubuh penerima.



Organ donor ditanamkan di daerah di atas selangkangan pasien dan terhubung ke pembuluh darah pasien. Ureter (saluran kencing bagian atas kandung kemih) ginjal terhubung ke kandung kemih pasien. Ginjal yang rusak biasanya dibiarkan di dalam tubuh. Sebuah ginjal pendonor yang berfungsi dengan baik menghasilkan urin seperti ginjal sehat dan juga membantu mengatur tekanan darah dan mengontrol produksi sel darah merah.



Setiap transplantasi mengandung resiko penolakan oleh tubuh penerima. Oleh karena itu memerlukan pengobatan seumur hidup (obat immunosuppressant) untuk melemahkan pertahanan tubuh. Hal ini kemudian menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap beberapa penyakit. Setelah transplantasi ginjal, pengamatan berkala oleh spesialis ginjal sangat penting. Selama tidak ada komplikasi terjadi, kira-kira 50% dari pasien-pasien ini dapat hidup relatif normal untuk rata-rata 10 tahun sebelum kemampuan penyaringan transplantasi ginjal tersebut berkurang. 

Bagaimana racun metabolik dapat dikeluarkan dari tubuh?

Sebuah dialyzer adalah filter buatan yang berjumlah sekitar 10.000 serat dialisis mikroskopis, yang juga dikenal sebagai membran dialisis. Serat tersebut memiliki ukuran lebar sekitar 0,3 mm atau 300 µm dan berongga dengan dinding semi-permeabel. Darah mengalir melalui serat dialisis dan demikian juga dialisat dipompa dan mengalir dalam arah yang berlawanan. Ketika darah mengalir melalui lumen bagian dalam kapiler buatan, racun pada ukuran molekul tertentu dapat keluar dari aliran darah melalui pori-pori pada dinding kapiler buatan. Di sini, racun tersebut dikeluarkan oleh cairan pembilas. Zat-zat penting dan sel darah tetap dalam aliran darah, mereka ditahan oleh pori-pori kecil.



Pengalihan racun metabolik melalui membran ke dalam dialisat didasarkan pada hukum transportasi fisik. Ketika dua cairan yang masing-masing berada dalam ruangan berbeda (dalam hal ini darah dan dialisat) dengan konsentrasi zat yang berbeda dipisahkan oleh sebuah membran semipermeabel, molekul terkondisikan untuk mengimbangi perbedaan konsentrasi. Molekul-molekul berpindah dari suatu cairan ke cairan yang lain dalam proses yang dikenal sebagai difusi. Protein dan sel-sel darah akan secara alami bekerja untuk mengimbangi perbedaan tersebut, tetapi karena ukuran mereka yang relatif besar sedangkan pori-pori berukuran kecil, mereka tidak bisa melewati membran dan tetap bertahan. 

diffusion

Untuk membuang kelebihan air dari tubuh, terutama dalam dialisis peritoneal, cairan bersifat mengandung molekul gula. Konsentrasi gula dalam cairan lebih tinggi daripada dalam darah. Karena molekul gula tidak bisa melewati membran, satu-satunya cara untuk mengimbangi perbedaan konsentrasi adalah airnya yang melewati membran dan mengkompensasi perbedaan konsentrasi tersebut. Proses ini juga dikenal sebagai osmosis. Dalam osmosis, sebagai lawan difusi, molekul bergerak hanya dalam satu arah. Dengan terus mengalirkan cairan dialisis segar yang mengandung molekul gula, kelebihan air yang tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal dan yang telah terkumpul dalam tubuh akan dapat dikeluarkan. Dialisis peritoneal juga didasarkan pada prinsip-prinsip osmosis dan difusi, dengan lapisan perut pasien bertindak sebagai membran dialisis tubuh itu sendiri.

Reference: Information has been supplied by www.fmc-ag.com

  

Informasi lebih lanjut

Dialysis Compact