Cetak

Hemodialisis Kronik

 

Populasi  usia lanjut di Indonesia yang diikuti dengan faktor- faktor resiko seperti diabetes dan hipertensi telah menyebabkan peningkatan jumlah orang-orang yang membutuhkan hemodialisis secara terus-menerus. Pasien yang menjalani hemodialisis mempunyai penyakit kardiovaskuler dibandingkan dengan populasi umum, termasuk peningkatan resiko kematian yang nyata. Bahkan, sebuah analisis oleh PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) menunjukkan bahwa 45% kematian pada pasien - pasien dialisis di 2011 disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler.1

Angka mortalitas kardiovaskuler yang tinggi meningkatkan kebutuhan untuk mengembangkan strategi- strategi dalam identifikasi dan penanganan   faktor- faktor resiko kardiovaskuler, dalam rangka memperbaiki prognosisnya pada kelompok pasien yang terus meningkat.

Fresenius Medical Care berkomitmen untuk mendukung para klinisi menurunkan  faktor- faktor resiko kardiovaskuler yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler pasien dialisis dengan produk-produk yang inovatif dan pelayanan pada setiap tahap penatalaksanaan hemodialisis.

Hal tersebut termasuk menyediakan mesin hemodialisis dengan teknologi yang paling canggih dan bahan habis pakai; bekerja sama dengan pusat-pusat dialisis untuk penatalaksaan dialisis yang paripurna; juga melakukan pemasangan dan pemeliharaan fasilitas pengolahan air untuk dialisis yg aman dan efektif.

4008S ng 2Mesin Hemodialisis 
Melalui optimalisasi cara-cara penatalaksanaan dialisis, Fresenius Medical Care berkomitmen untuk selalu memberikan terapi pengganti ginjal yang terbaik untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien.

dialysersDialiser dan filter 
Fresenius Medical Care menawarkan pilihan dialiser untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik dari berbagai pola terapi dan kebutuah individual pasien.

bloodlines tubing systems 2Bahan Habis Pakai Lain
Sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung para klinisi dan pasien mereka, Fresenius Medical Care menyediakan produk dan pelayanan yang inovatif pada setiap tahap terapi dialisis.

Rujukan:

  1. Laporan ke-4  Registrasi Renal Indonesia 2011