14th Jakarta Nephrology and Hypertension Course & Symposium

 
event icon


Pentingnya rujukan dini

Fresenius Medical Care Indonesia dengan bangga mensponsori kembali 14th Jakarta Nephrology and Hypertension Course & Symposium di Hotel Ritz Carlton, 2 – 5 May 2014. Bertemakan “Update in Chronic Kidney Disease (CKD)”, tujuan acara ini adalah untuk membagi dan bertukar pengetahuan ilmiah dan  dan prateknya pada bidang nefrologi dan hipertensi pada lebih dari 500 dokter, perawat dan profesi medis lainnya.1

Salah satu pembahasan sesi ilmiah yang disponsori Fresenius Medical Care – “Indication of Dialysis Initiation in Chronic Kidney Disease” oleh Prof. Dr. Emma Syarifih Moeis, Sp.PD-KGH, yang membagi ilmunya pada peningkatan yang bermakna pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang memerlukan terapi pengganti ginjal (TPG) di Indonesia. Disimpulkan bahwa fungsi ginjal harus dipertahankan secara optimal termasuk persiapan TPG, dan keputusan inisiasi dialisis juga harus didasarkan pada penilaian klinis.2

Kajian dari 27 penelitian oleh Smart NA, Titus TT, berjudul “Outcomes of early versus late nephrology referral in chronic kidney disease: a systematic review” menunjukkan hasil yang mirip. Peneliti mencari pada Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL), MEDLINE, and EMBASE sampai September 2008 penelitian mengenai rujukan dini dibandingkan rujukan lambat pada pasien dewasa (>18 tahun) dengan PGK. Waktu rujukan didefinisikan sebagai periode waktu dimana pasien dirujuk ke nefrologis. Mereka menemukan pada 17.646 peserta, 66,5% nya dirujuk dini dan 33% nya dirujuk lambat, menghasilkan mortalitas yang lebih tinggi pada kelompok rujukan lambat3, hal inilah yang mendukung kesimpulan dari Prof. Dr. Emma Syarifih Moeis.

Di Indonesia, jumlah pasien PGK meningkat secara cepat. Salah satu fakor yang berkontribusi adalah diabetes dan hipertensi. Sekitar 1 dari 3 orang di Indonesia menderita hipertensi.4 Gambar 1.0 menunjukkan bahwa pada tahun 2013, 8,5 juta orang di Indonesia yang berumur 20-79 tahun hidup dengan diabetes, dimana 4,6 juta lainnya pada rentang umur yang sama tidak terdiagnosa.5 World Health Organization memperkirakan bahwa Indonesia akan menempati peringkat ke-4 sebagai negara dengan prevalensi problem diabetes terbesar di dunia. Sampai tahun 2030, 21,3 juta masyarakat Indonesia6 diprediksikan akan menderita diabetes, yang turut menjadi perhatian pemerintah untuk bagaimana dapat menggulangi beban kesehatannya.

  • top 10 diabetes

Source: IDF Diabetes Atlas, Sixth edition, 2013

Menunjuk pada kebutuhan TPG, Fresenius Medical Care Indonesia mempersembahkan 4008S Next Generation dimana profesi medis dapat memanfaatkan pendekatan hemodialisis kardioprotektif pada penatalaksanaan hamodialisis.

  • Manfaatnya meliputi:
    • Pemantauan dosis dialisis dengan OCM® (Online Clearance Monitor)
    • Penatalaksanaan dengan dialisat ultrapure (DIASAFE®plus filter)
    • Penggunaan konsentrat bikarbonat kering (Bibag®)
    • Metode single-needle
Untuk informasi lebih lanjut mengenai 4008S Next Generation, silakan klik disini disini

Selama acara, Fresenius Medical Care Indonesia juga menunjukkan sarana pengetahuan ginjal online www.fmc-id.com, juga mengumumkan berita akan segera diluncurkan versi Bahasa Indonesianya – untuk mencapai audiens yang lebih luas. Website ini memberikan informasi kepada profesi medis dan pasien, termasuk berita terkini, pojok acara, program pasien dan masih banyak lagi! Profesi kesehatan juga bisa mendapatkan topic-topik ilmiah terkini dengan mendaftar pada Fresenius Medical Care Connect, e-buletin kuartalan.

  • seminar gallery

Sumber:

  1. PERNEFRI (2014). Preface for the 14 Jakarta Nephrology and Hypertension Course & Symposium on Hypertension; accessed May 2014.
  2. Scientific Table; The 14th Jakarta Nephrology and Hypertension Course & Symposium on Hypertension: Indication of Dialysis Initiation in Chronic Kidney Disease, Saturday 3rd May, 11:20am.
  3. Smart NA, Titus TT; Outcomes of early versus late nephrology referral in chronic kidney disease: a systematic review. PubMed Am J Med. 2011 Nov; 124 (11):1073-80.e2. doi: 10.1016; accessed May 2014.
  4. Rahajeng E, Tuminah S. Prevalence of Hypertension and Its Determinants in Indonesia, Journal of Indonesian Medical Association, 2009, 59 (12): 580-587.
  5. International Diabetes Federation; IDF Diabetes ATLAS, Sixth Edition, 2013.
  6. Wild S, Roglic G, Green A et al. Global Prevalence of Diabetes; Diabetes Care, 2004 vol 27: no 5.
  7. Fresenius Medical Care Indonesia; accessed May 2014